Langit yang begitu cerah, hari ini di selimuti awan gelap

tapi ku yakin, awan gelap bukan berarti hari ini harus hujan

sudah terlalu lama jari ini tidak menari di atas papan ketik (keyboard) untuk bercerita tanpa suara, menggabarkan suasana tanpa warna, menyentuh hati tanpa sentuhan.

ceritaku di mulai dari ujung jalan kecil nan gelap dan sepi, di temani hujan gerimis yang jatuh satu per satu ke atas jalanan. Entah apa yang aku pikirkan sehingga aku memberanikan diri untuk pergi ketempat ini sendiri. Di ujung jalan sana terlihat lampu jalan yang menerangi jalan sekitar namun aku hanya terdiam dan tak mau berpindah dari tempat gelap dan sepi ini. Rasa cemas dan takut hadir di dalam hati. Jantungku bedegap makin kencang angin berhembus membuat ku semakin kedinginan.

Dari ujung jalan lain telihat mobil tua tahun 90an terhenti. Mataku mulai menatap dan memperhatikan mobil yang terhenti. Rasa Penasaran ini membuatku semakin takut sehingga membuat jantungku semakin bedegup kencang. Badanku mulai bergetar setelah telihat sosok wanita yang turun dari mobil tersebut menggunakan sepatu hills tinggi di dampingi dua laki laki berbadan besar mulai berjalan mengahapiri ku.

suara langkahnya begitu terdengar, badanku semakin bergetar, rasa penasaran ini membuatku memberanikan diri untuk berdiri dan meliat dengan jelas siapa gerang yang akan datang menghapiriku. Namun raut wajahnya tak bisa kulihat karena wanita dan dua laki laki besar itu hanya nampak sebai siluet saja dikarenakan lampu jalan yang ada di belakang mereka. langakah wanita itu semakin mendekat namun telihat kedua laki laki itu hanya terdiam dan memperhatikan jalan sekitar. Wanita itu makin mendekat dan terus makin mendekat langkah demi langkah membuat jantungku semakin berdegup dan membuat badan ini tambah bergetar. Hati ini berusaha ingin pergi dari tempat ini namun entah apa yang menghinoptis ku sehingga aku hanya terdiam dan memandangai wanita itu hingga akhirnya wanita itu ada di depan tubuhku.

wanita itu berkata….“Dion ! Sedaang apa kamu disini?”. Ternyata wanita itu adalah teman SMP ku dulu. Aku terpelanga’ memandang wanita itu. “Hayatun?” aku langsung berdiri menghapirinya, “Dion… apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanya ia kembali namun aku terdiam dan hanya tersenyum. “Dion…. Dion… heh…. Dion!” ia berulang ulang memanggilku seolah olah aku tak mendengarnya aku masih terpelanga dan tak percaya bahwa aku bisa bertemu lagi dengan teman ku yang sudah bertahun tahun lamanya tak bersua. Aku tersenyum dan hanya dapat berkata “gak papa tun… lagi pengen sendiri aja!” jawabku sambil tersenyum. “kok bisa ada disini sih tun?” tanyaku. “Lagi cari tempat buat pemotretan yang engle-englenya semacem di lorong lorong jalanan gitu…. Biasalah buat koleksi foto di rumah”. Perbincangan ku dan Hayatun berlangsung begitu lama. Tak tersangka tak terduga ternyata jam sudah menunjukan jam 10 malam. Hayatun pamit untuk segera pulang dan pergi di temani kedua  bodyguardnya. Akupun kembali ke kamar kost dengan penuh penyesalan dan hati berkata “Kenapa tak minta kontaknya tadi yah…”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *